Workshop Pembekalan DUDI Bagi Calon Lulusan Politeknik Padamara

Tobelo.  Politeknik Perdamaian Halmahera, dalam  upaya meningkatkan mutu, terus mendorong agar 70 % Lulusan dapat bekerja dalam 6 bulan pertama sejak kelulusan mereka. Berkaitan dengan hal tersebut, Politeknik Perdamaian Halmahera merasa perlu untuk mencari peluang bagi lulusan,  juga mendukung calon lulusan  agar memiliki norma etika yang baik serta mengetahu hal-hal mendasar yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja. Seiring dengan kebijakan mutu tersebut, bagi calon lulusan Politeknik Perdamaian Halmahera dirasa perlu untuk diberikan pelatihan singkat sebagai bekal memasuki dunia kerja. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 mahasiswa baik dari tingkat akhir yang akan lulus di tahun 2016 ini maupun mahasiswa angkatan lainnya,  dari 5 program studi di Politeknik Perdamaian Halmahera, sedangkan  narasumber adalah bapak Mario V. Poluakan MSc,  dosen Universitas Katolik De La Salle Manado yang telah memiliki pengalaman dalam melakukan pelatihan serupa.  Menurut Ketua Panitia Putra Sian Arimawa, MAP, tujuan kegiatan yang dilaksanakan 9 – 10 Nopember  2016  ini  dibiayai dari Hibah  Penguatan Pendidikan Politeknik – ADB  (PEDP – ADB) adalah untuk meningkatkan pemahaman calon lulusan tentang dunia kerja dan dunia usaha, diantaranya kemampuan menyusun surat lamaran kerja dan Curriculum Vitae serta pengetahuan tentang teknik wawancara kerja.   Arimawa juga menambahkan  bahwa dengan workshop ini  diharapkan memberikan kemampuan calon lulusan dalam menulis surat lamaran kerja dan Curicullum Vitae serta adanya  pengalaman peserta dalam simulasi wawancara pekerjaan, serta pengalaman mengikuti simulasi tes psikotest. (Admin)

Workshop Kurikulum Program Studi Manajemen Bisnis

Tobelo. Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura tanggal 28 – 29 Nopember 2016 kemarin telah melaksanakan kegiatan Workshop Review Kurikulum Program Studi.  Kegiatan ini diikuti dosen, tenaga laboran Program Studi Manajemen Bisnis dan unsur pimpinan Politeknik Perdamaian Halmahera  serta stake holder terkait. Menurut Ketua Program Studi Manajemen Bisnis, Richard Djiko MAP, kegiatan workshop dilaksanakan dengan tujuan membangun pemahaman tentang kurikulum yang mendukung kompetensi lulusan yang berbasis pada SKKNI, dan langkah penyusunan kurikulum yang benar dan sesuai SKKNI yang berujuang pada upaya revisi kurikulum Program Studi manajemen Bisnis.   Kegiatan workshop yang menghadirkan narasumber dosen pada Politeknik Manufaktur Negeri Bandung Dindin Sulaeman, Masch. Ing. HTL, MAB, dibuka secara resmi oleh Pembantu Direktur Bidang Akademik Zeth Patty MSc. Dalam arahannya  disampaikan agar program Studi manajemen Bisnis menyusun Kurikulum yang sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang mengutamakan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut, seorang mahasiswa akan mampu mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan, mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan  apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula, menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang berbeda, serta menyesuaikan kemampuan yang dimiliki bila bekerja pada kondisi dan lingkungan yang berbeda.  Mengakhiri arahannya, Pembantu Direktur Akademik menyampaikan harapan agar dengan pelaksanaan kegiatan workshop ini, Program Studi manajemen Bisnis mampu memiliki standar kompetensi yang relevan dengan dunia kerja sehingga setiap lulusan memiliki kemampuan bersaing pada dunia kerja.